Rabu, 18 November 2015

Panduan Terbaik Mendidik Anak Balita untuk Disiplin Bagian ke 2

Artikel ini terwujud dari sebagian laba yang diperoleh AdoraBabyShop.Com. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para pelanggan setia AdoraBabyShop.Com, sehingga kami bisa memberikan kembali kepada para Bunda/Ayah diseluruh indonesia dalam bentuk ilmu tentang dunia kehamilan dan parenting yang bermanfaat.


Mendidik anak balita untuk disiplin sebaiknya tidak dilakukan dengan terlalu ketat karena justru akan membuat anak semakin menentang.Oleh karena itulah kita sebaiknya memberikan pilihan-pilihan dengan parameter atau ukuran yang bisa diterima. Ketika balita bersikap tidak patuh maka sebenarnya mereka mencari semacam kontrol. Memberikan


pilihan-pilihan adalah salah stau cara untuk memberikan si kecil kontrol yang masih bisa sejalan dengan aturan disiplin kita. Saat mendidik anak balita untuk disiplin kita harus mengungkapkan semua permintaan dan arahan sebisa mungkin


Mendidik Anak Balita untuk Disiplin


sebagai pilihan. Daripada kita hanya memerintahkan ‘kamu harus berpakaian sekarang’ maka ada baiknya jika kita ganti menjadi pertanyaan pilihan seperti ‘apakah kamu ingin memakai kaos atau celanamu dulu?’. Kedua pilihan ini membuat pilihan yang ada menjadi senyata mungkin. Selama kita memberikan pertanyaan pilihan, baiknya kita


menjaga agar bahasa kita bisa dimengerti. Balita usia 2 sampai 3 tahunhanya belajar untuk mengikuti 1 atau 2 arahan, merespon pertanyaan dan mengerti kalimat negatif. Ungkapkan arahan dengan jelas saat mendidik anak balita untuk


disiplin. Nyatakan arahan pada waktu tertentu dan berikan balita waktu sekitar 5 sampai 7 detik untuk memproses dan merespon apa yang kita arahkan.


Hal yang harus kita pertimbangkan saat mendidik anak balita untuk disiplin adalah membatasi penggunaan arahan dan juga pertanyaan.jangan memberikan si kecil terlalu banyak kesempatan untuk mempraktikkan tindakan ‘tidak mau mendengarkan’ dengan mempertanyakan arahan dan pertanyaan yang gagal mereka respon.Pastikan kita hanya


membuat permintaan yang bisa diikuti si kecil dan juga menanyakan sebuah pertanyaan yang akan direspon dengan baik oleh balita.Nyatakan arahan dalam seuatu nada yang berkesan menghormati dan juga menyenangkan.Hindari


adanya nada kemarahan dalam kata-kata kita karena akan berdampak buruk terhadap keberhasilan kita mendidik anak balita untuk disiplin. Jika kita memperlihatkan adanya nada kemarahan maka balita kita justru hanya akan menerimanya sebagai pembenaran dan dia akan menirunya saat berbicara. Pemilihan nada yang benar sangat


berpengaruh saat kita mendidik anak balita untuk disiplin. Hal ini dikarenakan anak-anak biasanya akan lebih suka untuk mengikuti arahan saat nadanya terdengar positif.


Jadilah individu yang tulus dan apa adanya saat mendidik anak balita untuk disiplin. Tunjukkan apa yang kita ingin agar balita lakukan dengan menggunakan kata-kata seperti “Saya ingik kamu’ daripada pilihan kata ‘kamu harus’ untuk menghindari adanya potensi penentangan dalam respon anak seperti ‘Tidak, aku tidak ingin’.Hal ini adalah jenis


pembelajaran yang baik bagi balita dan juga bagi kita sebagai orang tua. Faktanya, anak usia 2 tahun mulai bersikap independen dimana dia merasa berhak untuk menolak dan menentukan pilihannya sendiri. Selalu memberikan tindakan


lanjutan terhadap setiap arahan yang kita berikan adalah cara mendidik anak balita untuk disiplin yang tepat. Misalnya, jika si kecil tidak mau berpakaian dan malah asyik bermain dengan mainannya maka kita bisa mengatakan ‘Berpakaianlah dulu sayang baru kemudian kamu bisa bermain dengan bonekamu’. Contoh arahan dan pernyataan


konsekwensi yang benar dalam mendidik anak balita untuk disiplin adalah ‘Jika kamu meletakkan mainan di mulutmu lagi maka ibu akan mengambilnya’. Jika si kecil mematuhinya maka kita bisa mengungkapkan pujian seperti “Terima


kasih sudah melakukan seperti yang sudah ibu katakan’. Pujian ini penting agar si kecil bisa meneruskan sikap positif ini.


Memberikan informasi akan memungkinkan kita untuk berkomunikasi dalam cara yang tidak akan mengakibatkan balita menolak. Hal ini patut kita coba dalam proses mendidik anak balita untuk disiplin. Saat kita memberikan informasi seperti ‘Ini saatnya untuk berganti baju’ atau ‘Ibu akan sangat senang jika kamu berganti baju’ maka kita berharap


bahwa balita akan mendapatkan pesan dari informasi yang kita sampaikan. Tidak hanya itu, informasi ini juga menunjukkan keinginan kita pada balita kecil kita untuk merubah kebiasaannya dengan sendirinya. Kita juga bisa


mendidik anak balita untuk disiplin dengan cara yang lebih baik dengan membiarkan si kecil bermain lebih lama, memberikan pilihan, menggunakan sistem hadiah dan memberikan pesan konsekwensi jika si kecil tidak mendengarkan.Pendidikan dengan cara ini akan bisa membuat si kecil merasa tidak tertekan dan bisa memilih tanpa


paksaan. Cara mendidik anak balita untuk disiplin yang efektif lainnya adalah dengan menjadi contoh yang baik. Kita bisa menjadi contoh pendengar yang baik dengan menunjukkan bahwa kita mendengarkan si kecil untuk meniru dan merefleksikan kembali apa yang dikatakan oleh balita.


Gunakan permainan dan bahasa yang menyenangkan untuk mengajarkan si kecil mendengar.Misalnya jika kita ingin mengingatkan si kecil untuk memakai baju maka kita bisa melakukan permainan tanpa mengatakan dengan langsung agar si kecil berpakaian. Kita bisa mengajaknya berlomba dnegan boneka kesayangannya untuk berganti baju dan


yang paling cepat bisa mendapatkan hadiah. Ini adalah metode mendidik anak balita untuk disiplin yang efektif daripada sekedar memaksakan si kecil untuk melakukan apa yang kita inginkan.Sikap penolakan balita memang akan


sulit untuk diatasi. Meski demikian bukan berarti tidak mungkin untuk dilakukan. Yang terpenting adalah menghindari tindakan keras atau mengkritiknya karena hanya akan membuat sikapnya menjadi semakin buruk. Kritik yang terlalu berlebihan juga bisa merusak harga diri anak dan pastinya tidak akan membantu kita dalam mendidik anak balita untuk


disiplin. Tetaplah tenang dan selalu mengingat bahwa ketidak patuhan adalah hal yang snagat normal mengingat perkembangan usia anak yang semakin dewasa. Semua penolakan ini hanyalah bagian dari perkembangan balita


menjadi individu yang unik dan spesial. Oleh karena itulah, cara mendidik anak balita untuk disiplin yang paling tepat adalah dengan memberikan pengajaran lewat aktivitas yang positif.


By Desi Purbi.



Panduan Terbaik Mendidik Anak Balita untuk Disiplin Bagian ke 2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar