Rabu, 18 November 2015

Metode Terbaik Mendidik Anak Balita Mahir Berbicara

Artikel ini terwujud dari sebagian laba yang diperoleh AdoraBabyShop.Com. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para pelanggan setia AdoraBabyShop.Com, sehingga kami bisa memberikan kembali kepada para Bunda/Ayah diseluruh indonesia dalam bentuk ilmu tentang dunia kehamilan dan parenting yang bermanfaat.


Cara berikutnya untuk mendidik anak balita agar mahir berbicara adalah dengan membacakan buku secara responsif dan juga membacakan cerita. Membacakan buku secara responsif berarti menghilangkan semua agenda atau kepentingan kita serta mengikuti ketertarikan anak. Biarkan bayi atau balita mengamati satu halaman selama


Metode Terbaik Mendidik Anak Balita Mahir Berbicara


setidaknya 5 menit jika dia ingin. Katakan dan jelaskan padanya mengenai apa saja yang kita lihat disana. Biarkan anak membolak-balik halaman, melewati beberapa halaman, melihat buku secara terbalik dan tidak menyelesaikan


cerita jika inilah yang dia pilih. Percayalah pada kesiapan anak dan biarkan dia memimpin dalam aktivitas ini. Dengan cara ini kita bisa mendidik anak balita untuk mencintai buku. Anak yang mencintai buku dengan sendirinya akan mencintai bahasa. Jika kita adalah tipe orang yang kreatif maka kita bisa menceritakan cerita versi kita sendiri.


Kreativitas dan imajinasi yang kita miliki memungkinkan kita untuk membuat sendiri cerita kita. Dengan demikian kita tidak akan hanya bergantung pada buku dalam mendidik anak balita untuk mahir berbicara karena bisa menciptakan ide cerita yang tak terbatas.


Mendidik anak balita agar pintar berbicara sebaiknya tidak dilakukan dengan terburu-buru. Saat membacakan cerita atau buku sebaiknya kita tidak melakukannya dengan tempo yang cepat terutama jika anak masih kecil. Jika kita membaca dengan tempo yang lebih lambat maka anak akan bisa lebih mendengarkan dan juga memahami cerita yang


ada. Saat memberikan pembelajaran, kita juga harus dalam kondisi santai dan juga sabar. Pada kenyataannya, kecemasan dan kekhawatiran orang tua akan bisa dirasakan oleh si kecil. Hal ini selanjutnya akan menciptakan iklim


yang tidak kondusif bagi si kecil untuk mengambil langkah perkembangan yang lebih besar. Berbicara pada dasarnya membutuhkan keberanian. Santai, tenangkan diri, sabar dan percaya pada anak. Banyak orangtua yang mendidik anak balita dengan sabar menemui bahwa kemampuan berbicara anak akan meningkat dengan signifikan.


Jangan menguji anak saat proses mendidik anak balita berlangsung. Hal yang paling diperlukan oleh anak agar bisa mulai berbicara atau melakukan hal lainnya adalah kepercayaan kita. Saat kita melakukan pengujian maka ini berarti


bahwa kita tidak percaya atau menghargai anak. Menggumam adalah cara si kecil berbicara. Saat bayi atau balita menggumam maka sebenarnya mereka juga sedang berkata-kata. Metode  pendidikan yang tepat untuk mendidik anak balita yang baru bisa menggumam adalah dengan memuji keberaniannya. Katakan ‘apakah kamu sedang mengatakan


pada ibu tentang kucing yang baru saja lewat sayang?’ atau ‘Ada banyak hal yang kamu katakan hari ini’. Hal ini akan jauh lebih positif untuk dilakukan dalam proses pendidikan dibandingkan dengan mengacuhkan atau malah ikut-ikutan


menggumam. Tugas lain dari kita sebagai orang tua dalam mendidik anak balita agar pintar berbicara adalah dengan melakukan koreksi terhadap kesalahan anak.


Saat anak mencoba untuk berkata-kata maka biasanya mereka akan melakukan kesalahan saat menyebutkan tentang warna, hewan dan hal-hal lainnya. Disinilah fungsi koreksi orang tua berperan penting dalam membantu mendidik anak balita agar mahir berbicara. Cara terbaik untuk melakukan koreksi adalah dengan memberikan contoh dan juga


kesabaran. Dengan pola pengajaran yang sabar maka anak akan segera bisa membedakan dengan sendirinya. Sebenarnya saat masih kecil anak cenderung untuk menyebutkan sesuatu benda dan menyamakannya. Misalnya, dia


akan menyebut anjing atau kucing saat melihat hewan meskipun yang dilihatnya bukanlah anjing atau kucing. Namun hal ini bukan berarti bahwa si kecil tidak mengetahui perbedaannya. Jika ada seseorang yang berasal dari negara lain mengunjungi kita tentunya kita tidak akan memberikan kritik saat dia melakukan kesalahan pengucapan karena


khawatir akan bertentangan dengan norma sopan santun. Hal ini seharusnya juga kita terapkan pada si kecil saat mendidik anak balita karena mereka sedang dalam proses bekerja keras untuk menguasai suatu bahasa.


Pemikiran dan juga rasa yang menunjukkan penolakan saat si kecil mengucapkan sesuatu adalah hal yang tidak mendukung dalam proses mendidik anak balita. Contohnya jika si kecil mengatakan bahwa dia ingin mengganti popoknya kemudian kita memeriksanya dan ternyata dia tidak sedang buang air kecil maka tidak baik jika langsung


mengucapkan kata-kata penolakan. Kata-kata yang tidak baik untuk diucapkan adalah dengan langsung memutus kelanjutan komunikasi dengan mengatakan  ‘kamu tidak perlu mengganti popok’. Sebaiknya kita mengganti pilihan


katanya dengan mengajak si kecil berkomunikasi lebih jauh karena akan memberikan hasil yang jauh lebih baik dalam perkembangan proses mendidik anak balita. Katakan ‘jadi, apa kamu berkata bahwa kamu ingin mengganti popok?’ tunggu respon dari si kecil. Begitu dia berkata ‘ya’ maka kita bisa berkata ’aku mengerti bahwa kamu ingin


melakukannya lagi karena sangat menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama seperti sedang melakukan permainan. Tapi kamu tidak sedang buang air jadi tidak perlu untuk menggantinya sekarang. Mungkin kita bisa


menggantinya beberapa menit lagi’. Rangkaian kata ini jauh lebih baik dalam proses mendidik anak balita untuk mahir berbicara. Hal ini dikarenakan akan lebih menyenangkan jika kita mengajak anak untuk bisa mengekspresikan idenya dalam bentuk kata-kata dan bukannya langsung menghakimi.


Kebiasaan anak lainnya yang mungkin secara tidak sadar membuat kita menghakiminya dengan cepat adalah jika dia mengatakan bahwa dia ingin makan padahal dia baru saja makan. Cara mendidik anak balita agar pintar berbicara adalah dengan menggali lebih lanjut kemampuan berbahasanya. Contoh cara mendidik anak balita untuk mengajaknya


berdialog dengan baik adalah sebagai berikut. Coba tanyakan pada si kecil ‘Apa kau ingin makan lagi?’, tunggu sampai dia merespon dengan jawaban ya. Setelah itu barulah kita bisa menjelaskan bahwa dia baru saja makan. Akan


lebih baik jika menunggu beberapa saat sebelum makan lagi. Saat kita mendengarkan dan menghargai dalam proses komunikasi maka si kecil akan merasa didukung untuk tetap melatih kemampuan berbicaranya. Dengan sendirinya mereka akan merasakan bahwa pemikiran, perasaan dan ide-ide mereka yang acak bisa kita terima dengan baik. Hal


ini akan bisa menjadi dasar bagi rasa percaya dirinya di tahun-tahun depan kehidupannya. Karena itulah maka akan sangat baik jika kita mendidik anak balita dengan aktivitas yang positif.


By Desi Purbi.



Metode Terbaik Mendidik Anak Balita Mahir Berbicara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar