Jumat, 27 November 2015

Hal-hal yang Mempengaruhi Keakuratan Alat Uji Kehamilan Bagian ke 1

Artikel ini terwujud dari sebagian laba yang diperoleh AdoraBabyShop.Com. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para pelanggan setia AdoraBabyShop.Com, sehingga kami bisa memberikan kembali kepada para Bunda/Ayah diseluruh indonesia dalam bentuk ilmu tentang dunia kehamilan dan parenting yang bermanfaat.


 


Keakuratan alat uji kehamilan menjadi pilihan banyak orang karena penggunaannya yang mudah dan juga harganya yang relatif murah. Sebagian besar dari alat ini menggunakan urin untuk mendeteksi hormon yang mengindikasikan terjadinya kehamilan. Hal lain yang mendasari banyaknya penggunaan alat ini karena mudah ditemukan di toko obat ataupun toko-toko. Biasanya kita akan disarankan untuk menunggu hingga pagi hari untuk menggunakannya. Hal ini didasari karena urin di pagi hari memiliki konsentrasi hCG yang paling tinggi. Hormon ini adalah jenis hormon yang muncul selama kehamilan dan bisa dideteksi melalui tes darah atau urin. Jika kita tidak menggunakan alat ini di pagi hari maka kita bisa menunggu setidaknya 3 atau 4 jam dari terakhir kali kita buang air kecil untuk menjaga keakuratan alat uji kehamilan.


 


Gunakan alat ini sedini mungkin sejak hari pertama periode menstruasi kita terlambat untuk mendapatkan keakuratan alat uji kehamilan tertinggi. Untuk penggunaannya secara umum, kita bisa melakukan langkah-langkah berikut:


 


1.Keluarkan alat uji dari dalam kemasan. Saat kita buang air kecil, kita bisa memegang ujung stik dan memasukkan          ujung stik satunya yang menjadi alat uji kedalam cairan kencing setidaknya selama 5 detik. Jika kita inginkan                    keakuratan alat uji kehamilan menjadi lebih baik maka kita bisa menampung cairan kencing kedalam wadah bersih        dan kemudian mencelupkannya selama setidaknya selama 10 detik.


2.Setelah mencelupkan stik ke dalam cairan kencing maka kita bisa meletakkan stik pada permukaan yang datar              dengan bagian yang menunjukkan hasil berada di bagian atas. Tunggulah selama 3 menit untuk mendapatkan                  keakuratan alat uji kehamilan. Jika kita melihat satu garis pink atau merah maka itu berarti kita tidak hamil sedangkan    dua garis berarti kita sedang hamil. Jangan membaca hasil setelah 10 menit karena keakuratan alat uji kehamilan          pada menit yang melebihi 3 menit akan diragukan keabsahannya.


Alat Uji Kehamilan


 


Ada kalanya alat ini menjadi tidak akurat. Berikut ini adalah beberapa hal yang menyebabkan alat ini menjadi tidak akurat:


1. Adanya kontaminasi


 


Kemungkinan adanya kontaminasi pada urin bisa mempengaruhi keakuratan alat uji kehamilan.


 


Urin bisa terkontaminasi terutama jika tercampur dengan sabun, deterjen, krim dan hal lainnya. Bisa saja wadah yang kita gunakan dalam tes kehamilan untuk menampung urin kurang bersih atau masih ada sisa sabun. Untuk menghindarinya pengaruh kemungkinan adanya material lain yang akan tercampur pada urin dan mempengaruhi keakuratan alat uji kehamilan maka kita bisa langsung meletakkan stik ala uji pada air kencing saat kita buang air kecil.


2. Kandungan dalam hCG


 


Hormon ini adalah hormon yang diproduksi oleh urin wanita melalui plasenta setelah proses fertilisasi terjadi. Hormon hCG ada dalam kandungan yang sangat kecil pada urin bahkan seringkali tidak terdeteksi selama masa awal


kehamilan. Untuk mendapatkan hasil dengan keakuratan alat uji kehamilan yang tinggi maka kita disarankan untuk melakukan tes setidaknya 8 hari sesudah masa menstruasi mengalami keterlambatan. Hormon hCG juga bisa diproduksi saat wanita menderita tumor perut, kanker kandung kemih, kelainan kandungan dan sebagainya. Saat ini


wanita biasanya juga akan merasa pusing dan lelah seperti yang biasa terjadi pada wanita yang sedang hamil. Karena alat tes ini sangat sensitif maka seringkali keakuratan alat uji kehamilan ini tidak bisa dipastikan karena kandungan


hCG sekecil apapun akan dideteksi dan bisa saja dianggap sebagai tanda kehamilan dengan memunculkan tanda dua garis.


3. Kita melakukan pengujian pada cairan yang salah


 


Ada kalanya kita melakukan pengujian pada jenis cairan selain urin seperti darah, air susu, air liur, serum dan sebagainya. Cairan pengganti ini memiliki kandungan hormon yang berbeda. Ini akan secara otomatis mempengaruhi keakuratan alat uji kehamilan karena penggunaan cairan yang salah biasanya akan mengahasilkan hasil yang juga salah.


By Desi Purbi.



Hal-hal yang Mempengaruhi Keakuratan Alat Uji Kehamilan Bagian ke 1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar