Senin, 16 November 2015

10 Cara Sempurna untuk Menghadapi Anak yang Tertutup

Artikel ini terwujud dari sebagian laba yang diperoleh AdoraBabyShop.Com. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para pelanggan setia AdoraBabyShop.Com, sehingga kami bisa memberikan kembali kepada para Bunda/Ayah diseluruh indonesia dalam bentuk ilmu tentang dunia kehamilan dan parenting yang bermanfaat.


Seringkali kita sebagai orang tua tidak menyadari bahwa anak kita tergolong anak yang tertutup hingga pada akhirnya kesulitan untuk menghadapi anak yang tertutup. Luangkan waktu sejenak untuk mengamati kegiatan dan interaksi si kecil saat berkumpul dengan teman sebayanya baik itu saat di rumah atau di sekolahnya. Jika si kecil terlihat cenderung


menyendiri dan berada di suatu tempat sendirian sementara teman-temannya yang lain asyik bersama maka bisa dipastikan si kecil memiliki masalah.


Untuk ini kita harus segera menemukan cara tepat untuk menghadapi anak yang tertutup dan membantunya untuk bisa menjadi individu yang lebih baik dan bisa berbaur dengan lingkungannya. Masalah inilah yang kemudian membuatnya menyendiri diantara teman-temannya.


10 Cara Sempurna untuk Menghadapi Anak yang Tertutup


Seringkali kita tidak menyadari ketertutupan anak karena si kecil nampak bisa berinteraksi dengan baik dengan saudaranya. Untuk menghadapi anak yang tertutup maka kita dituntut untuk bisa lebih terbuka dalam pola-pola berinteraksi dengan mereka.


Sebenarnya anak yang tertutup ini tidak selalu menjadi anak yang pendiam dan tidak mau bergaul. Hanya saja kita harus mengerti bagaimana cara tepat menghadapi anak yang tertutup agar pada akhirnya mau untuk bergaul bersama yang lainnya.


Anak yang tertutup biasanya cenderung mengerjakan tugas sekolahnya sendiri dibandingkan bersama-sama dengan teman sekelasnya. Tidak hanya itu, anak dengan kepribadian seperti ini juga akan merasa lebih nyaman untuk berada dalam kelompok kecil dibandingkan kelompok yang besar. Kita bisa membantu anak dengan masalah ketertutupan ini waktu yang lebih banyak agar bisa beradaptasi dan bergabung dengan kelompok. Sebenarnya menghadapi anak yang tertutup cukup mudah jika kita mengetahui triknya. Jangan terlalu memaksa anak agar cepat beradaptasi. Berikan waktu yang memadai agar nantinya dia bisa menjadi anak yang terbuka dengan sendirinya begitu merasa mulai nyaman dengan lingkungannya.


Orang tua dan guru seringkali salah mengartikan ketertutupan anak. Ahli anak menyatakan bahwa orang tua, guru dan orang dewasa di sekeliling anak yang tertutup harus berhenti memaksanya untuk menjadi seorang individu yang bukan dirinya. Cara tepat menghadapi anak yang tertutup adalah membantu mereka menemukan kekuatannya. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk memahami dan meningkatkan potensi anak yang tertutup:


1. Jangan hanya menerima anak apa adanya. Temukan potensi diri anak yang sebenarnya.


Temukan hal yang menarik perhatian anak. Hal ini bisa menjadi cara tepat untuk menghadapi anak yang tertutup karena anak bisa menjadi sangat fokus,bersemangat dan menyenangkan jika dipertemukan dengan hal yang disukainya.


2. Anak yang tertutup biasanya memiliki kapasitas untuk mengembangkan ketertarikan yang besar. Temukan dan tingkatkan antusiasmenya.


Berikan kesempatan bagi anak untuk mengenal berbagai macam kegiatan agar bisa memilih aktivitas yang menarik perhatian anak yang tertutup. Jika kita bisa menemukannya maka kita akan bisa mengembangkan kemampuan anak. Hal yang penting dalam menghadapi anak yang tertutup adalah menjadi ornag tua dengan pemikiran yang terbuka. Suatu kegiatan mungkin berhasil bagi sebagian besar anak namun belum tentu si kecil yang tertutup bisa mendapatkan manfaat yang sama.


3. Jika diri kita adalah orang yang tertutup maka kita bisa mencoba terapi atau bimbingan lain.


Kita tidak akan mungkin bisa menghadapi anak yang tertutup jika diri kita sendiri adalah individu yang tertutup. Anak akan mengadaptasi cara kita dalam memandang rendah diri kita sendiri. Cobalah untuk melakukan terapi atau bimbingan konseling untuk merubah pola pikir kita terhadap gambaran diri kita sendiri. Jika kita tidak memiliki uang maka kita bisa mencoba dengan cara yang mudah yaitu memandang bahwa hal yang tidak kita sukai pada diri kita adalah satu paket dengan hal yang paling kita sukai pada diri kita.


4. Jika kita adalah orang yang tertutup maka jangan memproyeksikan sejarah kehidupan kita kepada anak.


Seringkali orang tua dalam masa kecilnya mengalami kenyataan pahit sehubungan dengan ketertutupannya. Jangan pernah berpendapat bahwa hal ini jugalah yang terjadi pada si kecil atau anak tidak akan pernah bisa menghadapi hidupnya. Hal terbaik untuk menghadapi anak yang tertutup adalah mempercayai kualitas yang ada pada anak. Ajarkan pada anak kita tentang keahlian-keahlian yang dibutuhkannya untuk mengatasi tantangan yang ada.


5. Jika si kecil merasa tidak nyaman untuk mencoba hal baru atau bertemu dengan orang baru maka kuncinya adalah pengenalan yang bertahap.


Metode tepat menghadapi anak yang tertutup adalah dengan menghormati keterbatasannya.Cobalah untuk mengerti arti tertutup dan memberitahunya bahwa perasaan ini adalah normal dan alamiah jadi tidak ada yang perlu ditakuti. Saat anak berani mengambil resiko untuk berinteraksi secara sosial maka kita harus menunjukkan kekaguman dan kebanggaan kita atas usahanya.


6. Jika anak kita pemalu atau tertutup maka jangan pernah membiarkan dia mendengar kita memanggilnya dengan label ini.


Memberikan label ‘si pemalu’ atau ‘tertutup’ jelas cara yang salah untuk menghadapi anak yang tertutup. Pelabelan ini justru akan membuat anak merasa bahwa kegugupan ini sebagai suatu hal yang tidak terbantahkan daripada sekedar suatu bentuk emosi yang bisa dia pelajari untuk dikontrol. Menghadapi anak yang tertutup akan jauh lebih sulit jika lingkungan dan orang sekitarnya juga ikut-ikutan melabeli dia.


7. Ajak anak pergi ke acara-cara sosial seperti pesta ulang tahun, gathering dan sebagainya.


Cara ini ampuh untuk menghadapi anak yang tertutup. Biarkan anak merasa bahwa anak lain bisa bergabung dalam dunia miliknya daripada membuat kelompok-kelompok baru. Jika anak merasa gugup sebelum sekolah dimulai maka kita bisa mengajaknya untuk melihat ruang kelas dan bertemu dengan gurunya.Biarkan anak mencoba beberapa mainan dan hal lainnya untuk mengatasi rasa gugupnya.


8. Ajarkan anak untuk bisa berdiri di atas kakinya sendiri atau mandiri.


Sangat baik jika kita bisa mengajarkan anak untuk bisa mandiri sejak dini. Ini penting dalam menghadapi anak yang tertutup agar berani mengemukakan pemikirannya sendiri tanpa harus selalu bergantung pada kita untuk membantu anak.


9. Bersyukurlah jika kita memiliki anak yang dikategorikan sebagai ‘anak anggrek’.


Anak anggrek adalah sebutan bagi anak yang memiliki sensitivitas tinggi. Kita harus mengetahui cara yang tepat untuk menghadapi anak yang tertutup. Kesensitivitasan ini meliputi sensitif terhadap cahya, suara, pengalaman emosional dan situasi baru. Anak seperti ini asalkan dibesarkan dalam pengasuhan masa kecil yang baik maka akan bisa menjadi lebih sehat, lebih cerdas dan lebih nyaman saat dalam hubungan yang baru.


10. Hormati keinginan anak untuk memiliki waktu dan tempat untuk bermain sendiri.


Menghadapi anak yang tertutup tidak bisa disamakan dengan dengan anak lainnya. Jika suatu saat si kecil ingin waktu untuk dirinya sendiri maka kita lebih baik membiarkannya. Sedikit waktu luang untuk dirinya sendiri pasti akan bisa memberikan waktu yang cukup bagi anak untuk bisa kembali berbaur dengan lingkungan sekitarnya.


Lakukan 10 langkah diatas untuk menghadapi anak yang tertutup dan lihatlah perubahan positif yang akan terjadi nantinya.


By Desi Purbi.



10 Cara Sempurna untuk Menghadapi Anak yang Tertutup

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar