Sabtu, 06 April 2013

Mendalami Seputar Keakuratan Tes dengan Alat Uji Kehamilan

Keakuratan alat uji kehamilan seringkali disebut-sebut memiliki nilai yang hampir sempurna. Pada kenyataannya masih ada beragam kontroversi mengenai keakuratannya. Alat ini sebenarnya bekerja dengan cara mendeteksi kadar dari hormon hCG. Jumlah dari hormon ini dalam tubuh meningkat dengan cepat begitu proses fertilisasi dari sel telur oleh sel sperma. Hormon ini segera ditemukan dalam urin sekitar 3 sampai 5 hari sesudah proses fertilisasi. Namun hormon ini biasanya tidak bisa dideteksi sebelum 10 sampai 14 hari sehingga banyak calon ibu yang tidak mengetahui bahwa dirinya hamil. Begitu periode menstruasi mengalami keterlambatan maka barulah si calon ibu mengambil inisiatif dengan menggunakan keakuratan alat uji kehamilan.


Banyak perusahaan yang mengklaim bahwa keakuratan alat uji kehamilan yang mereka miliki mencapai 95 persen. Namun kita harus tetap waspada karena klaim ini berdasarkan pada penelitian terkontrol dalam sebuah laboratorium. Klaim ini tidak didasarkan pada banyak data-data ilmiah pada penelitian yang dilakukan di luar laboratorium dan bahkan diuji cobakan pada konsumen. Bahkan ada banyak penelitian yang dilakukan di Amerika justru menemukan bahwa 12,5 persen dari hasil tes kehamilan justru tidak akurat. Ketidak akuratan ini sebagian besar disebabkan karena petunjuk pemakaiannya tidak bisa dimengerti dengan jelas oleh konsumen. Namun demikian hasil positif yang didapatkan sebagai bukti keakuratan alat uji kehamilan ini lebih tinggi daripada hasil yang negatif.


Keakuratan alat uji kehamilan ini pastinya sangat dipengaruhi oleh cara penggunaan konsumen. Oleh karena itulah sangat penting bagi konsumen untuk membaca petunjuk penggunaan dengan benar dan seksama. Hal ini dikarenakan setiap alat tes memiliki petunjuk penggunaan yang berbeda-beda. Jika ada poin yang tercantum pada petunjuk penggunaan ternyata tidak kita mengerti maka akan lebih bijak untuk menghubungi bagian pelayanan konsumen untuk mendapatkan penjelasan yang tepat. Secara umum, kita harus memastikan bahwa kita menyimpan alat ini dalam suhu ruangan,tidak kadaluwarsa, masih dalam keadaan tersegel dan bukannya terbuka. Keakuratan alat uji kehamilan ini juga sangat bergantung pada kepatuhan kita mengikuti petunjuk yang ada. Tempatkan alat ini pada cairan urin setidaknya selama 5 detik, tempatkan di permukaan datar hingga waktu yang ditentukan untuk mendapatkan hasil yang menunjukkan keakuratan alat uji kehamilan.


Mendalami Seputar Keakuratan Tes dengan Alat Uji Kehamilan


Keakuratan alat uji kehamilan ini juga seringkali dipertanyakan terutama jika ada kondisi dimana hasil tes menunjukkan negatif padahal si penguji sedang hamil atau sebaliknya. Oleh karena itu jika kita merasa ragu-ragu maka ada baiknya untuk melakukan tes ulang atau menghubungi dokter. Dokter biasanya akan melakukan tes darah yang lebih sensitif untuk menentukan apakah kita memang hamil atau tidak. Berikut ini adalah beberapa hal yang mempengaruhi keakuratan alat uji kehamilan:


- tidak mengikuti petunjuk dengan benar


- melakukan tes terlalu awal


- penggunaan beberapa jenis obat-obatan tertentu


Keakuratan alat uji kehamilan juga seringkali dikaitkan dengan waktu saat kita melakukan pengujian. Oleh karena itulah maka akan lebih baik meskipun tidak harus untuk melakukan pengujian di pagi hari dimana urin mengandung konsentrasi hCG terbesar saat momen ini. Yang perlu dihindari hanyalah tidak mengkonsumsi terlalu banyak cairan karena bisa mempengaruhi kandungan hCG dalam urin. Alat uji ini sendiri memiliki tingkatan sensitifitas yang berbeda-beda. Tingkatan sensitifitasnya ini berhubungan dengan seberapa cepat alat ini bisa mendeteksi hCG dan berapa kadar hCG yang harus terlihat. Jikapun kita meragukan keakuratan alat uji kehamilan karena hasil yang kita dapatkan negatif maka kita bisa menunggu selama seminggu untuk melakukan tes lanjutan.


Beberapa pengobatan juga mempengaruhi keakuratan alat uji kehamilan. Pengobatan yang bisa mempengaruhi antara lain:


-   penggunaan promethazine yang biasanya digunakan untuk mengobati alergi


-   pengobatan untuk penyakit parkinson


-   obat tidur


-   obat-obat diuretik yang biasanya dipakai untuk meningkatkan produksi urin pada pasien gagal ginjal sehingga bisa mempengaruhi keakuratan alat uji kehamilan


-   obat yang mengandung anticonvulsants yang dipakai untuk penderita epilepsi


-   obat yang digunakan untuk mengatasi kasus kemandulan


Jika tes pertama kita menunjukkan dua garis sebagai hasil yang positif namun kemudian menunjukkan hasil negatif pada tes kedua atau kita menstruasi maka ada satu kemungkinan. Kemungkinan tersebut adalah terjadinya keguguran dan bukannya bukti bahwa keakuratan alat uji kehamilan memang perlu dipertanyakan.



Mendalami Seputar Keakuratan Tes dengan Alat Uji Kehamilan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar