Jumat, 08 Maret 2013

Aturan Mudah untuk Metode Penyimpanan Susu ASI yang Aman

Artikel ini terwujud dari sebagian laba yang diperoleh AdoraBabyShop.Com. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para pelanggan setia AdoraBabyShop.Com, sehingga kami bisa memberikan kembali kepada para Bunda/Ayah diseluruh indonesia dalam bentuk ilmu tentang dunia kehamilan dan parenting yang bermanfaat.


Menyusui ASI adalah salah satu hal terpenting bagi perkembangan dan kesehatan bayi. Hal ini terjadi karena susu ASI mengandung banyak protein dan antibodi yang sangat penting bagi bayi. Susu juga akan membantu si kecil untuk mengembangkan sistem kekebalannya sendiri. Sayangnya para ibu yang bekerja seringkali merasa kesulitan untuk tetap memberikan ASI bagi si kecil. Untunglah ada metode penyimpanan susu ASI yang bisa dilakukan oleh para ibu. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus kita ingat saat menyimpan susu ASI:


-          Susu ASI seharusnya selalu disimpan dalam botol penyimpanan susu yang memiliki segel di bagian atasnya.


-         Sebelum susu dituangkan ke dalam botol tempat penyimpanan susu ASI, seharusnya kita selalu memastikan bahwa botolnya telah disterilkan dan dibersihkan terlebih dahulu.


-          Susu ASI seharusnya disimpan dalam jumlah kecil sesuai dengan kebutuhan sekali minum bayi sehingga tidak akan ada susu yang terbuang.


-          Susu seharusnya tidak disimpan dalam wadah penyimpanan susu ASI dengan kurun waktu lebih dari 6 jam dalam suhu ruangan, lebih dari 6 hari di dalam lemari es dan lebih dari 6 bulan dalam lemari pembeku standar.


Susu ASI bisa secara efektif disimpan di dalam botol yang akan langsung pas dengan alat pompa saat kita menggunakannya. Setelah kita memompa ASI maka kita hanya perlu untuk melepaskan tabung pompa, menutupnya dengan tutup botol, memberikan label lalu meletakkannya dengan aman pada lemari pembeku. Banyak dari pompa ASI yang dilengkapi dengan pendingin. Perlengkapan ini bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan susu ASI yang baru saja dipompa. Jika digunaan secara optimal dan benar maka perlengkapan penyimpanan susu ini bisa dipakai untuk mengamankan susu sampai kita tiba di rumah dan meletakkannya dengan aman di dalam lemari es. Masalah lain adalah saat proses pemilihan wadah penyimpanan susu ASI. Dalam hal ini kita bisa memilih botol yang akan memberikan fungsi terbaik sesuai kebutuhan kita.


Hal yang paling penting yang harus selalu kita ingat saat memilih tempat penyimpanan susu ASI adalah berapa lama waktu yang kita rencanakan untuk menyimpan susu. Kantung susu sangat sesuai jika kita ingin membekukan susu. Penggunaan lapisan botol mungkin akan lebih membutuhkan perlindungan tambahan untuk mencegah kebocoran dan kemungkinan kontaminasi. Jika kita ingin membekukan susu dalam wadah yang lebih keras maka botol gelas adalah pilihan yang sesuai. Hal ini disebabkan karena wadah penyimpanan susu ASI ini memberikan perlindungan maksimal. Hal lain yang mungkin menjadi pertanyaan bagi para orang tua adalah mana yang memberikan fungsi terbaik antara botol plastik atau botol kaca. Berdasarkan berbagai penelitian yang ada, botol gelas adalah pilihan yang lebih baik mengingat fungsi perlindungannya yang maksimal dan minim kontaminasi.


Aturan Mudah untuk Metode Penyimpanan Susu ASI yang Aman 768x1024


Mengenai batas waktu penyimpanan susu ASI, beberapa detail berikut bisa dijadikan pertimbangan:


1.      Susu ASI yang baru saja dipompa dalam suhu ruangan 25 derajat celsius seharusnya diberikan pada bayi paling lama 3 jam kemudian.


2.      ASI yang baru dipompa dan diletakkan di dalam lemari es dengan suhu 4 derajat celsius bisa diberikan dalam rentang waktu 3 hari.


3.      ASI yang baru dipompa dan diletakkan pada penyimpanan susu ASI di lemari pembeku dengan suhu – 16 derajat celsius bisa bertahan hingga 3 bulan.


Susu yang dibekukan biasanya akan memiliki semacam lapisan sehingga perlu untuk dikocok sebelum diberikan. Keawetan atau daya tahan susu sendiri tergantung pada berapa lama susu telah diletakkan di dalam wadah penyimpanan susu ASI. Semakin lama susu disimpan maka rasa susu akan mengalami perubahan karena adanya pemecahan flavonoids yang bisa membuat bayi menolak pemberian susu. Proses perubahan rasa ini fase yang biasanya terjadi sebelum susu menjadi terkontaminasi oleh bakteri. Untuk ide proses penyimpanan susu ASI itu sendiri sebenarnya hampir mirip dengan yang biasanya dilakukan di supermarket. Susu yang baru diletakkan di bagian belakang sementara susu yang lama dipindahkan ke bagian depan agar sekaligus bisa mengingatkan tanggal batas waktu penggunaan.


Kantong sekali pakai biasa menjadi pilihan wadah penyimpanan susu ASI mengingat hanya sedikit menggunakan tempat dalam lemari es. Akan lebih baik jika kita melapisi lagi dengan kantong kedua untuk mencegah kebocoran dan kontaminasi. Yang perlu diingat adalah menghindari pemakaian wadah yang mengandung BPA. Untuk menghangatkan susu yang telah disimpan dalam penyimpanan susu ASI biasanya akan membutuhkan waktu sekitar 5 menit dengan meletakkannya diatas air panas atau hangat. Jangan sekali-kali memanaskan susu dengan menggunakan mikrowave karena akan merusak beberapa kandungan nutrisi penting yang terkandung dalam susu.  Pada akhirnya hanya butuh keinginan kuat dari para ibu bekerja untuk tetap berusaha memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil disamping keingingan ayah untuk ikut berpartisipasi dengan metode penyimpanan susu ASI.


By Desi Purbi.


follow us at:
http://www.facebook.com/Adorababyshop
http://www.twitter.com/Adorababyshop



Aturan Mudah untuk Metode Penyimpanan Susu ASI yang Aman

Cara Penyimpanan Susu ASI yang Benar

Artikel ini terwujud dari sebagian laba yang diperoleh AdoraBabyShop.Com. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para pelanggan setia AdoraBabyShop.Com, sehingga kami bisa memberikan kembali kepada para Bunda/Ayah diseluruh indonesia dalam bentuk ilmu tentang dunia kehamilan dan parenting yang bermanfaat.


Bagaimana cara kita menyimpan susu asi akan mempengaruhi kualitas susu yang kita miliki. Pastinya ada pertanyaan di dalam benak para orang tua mengenai wadah apa yang paling baik untuk digunakan sebagai penyimpanan susu ASI? Pernyataan yang merupakan jawaban terbaik untuk hal ini adalah tergantung pada tipe wadah seperti apa yang nantinya akan kita gunakan. Hal lain yang akan mempengaruhi juga adalah apakah kita akan membekukannya dalam jangka waktu yang lama atau hanya akan menyimpannya dalam jangka waktu yang pendek seperti di dalam lemari es misalnya. Jawaban mengenai jenis wadah dan juga berapa lama waktu penyimpanan yang kita inginkan akan membantu kita untuk mempersempit pencarian dan juga memberikan pilihan yang lebih banyak bagi kita sesuai dengan ragam produk penyimpanan susu ASI yang ada di pasaran.


Mana yang akan kita pilih dari berbagai macam wadah penyimpanan susu ASI berikut :


-    Penyimpanan yang terbuat dari bahan kaca

-    Penyimpanan yang terbuat dari bahan plastik keras

-    Penyimpanan yang terbuat dari kantung susu


Jika kita ingin menyimpan susu ASI dalam jangka waktu yang lama maka pilihan yang terbaik adalah menyimpannya dalam pembeku lemari es. Untuk itu kantung susu adalah jenis penyimpanan susu ASI yang bisa menjadi pilihan tepat. Hal ini dikarenakan jenis wadah ini memang dikhususkan untuk menyimpan dan membekukan susu ASI. Selain itu wadah ini juga steril, tebal dan ada pinggiran nilon untuk mencegah lemak menempel di kedua sisinya.


Kantong susu juga menyediakan tempat untuk memberikan label yang berisi tanggal dan juga penutup wadah yang mudah dan aman. Jika plastik penyimpanan yang kita punya tipis maka sangat direkomendasikan untuk menyimpannya dalam wadah ganda untuk mencegah kebocoran atau kontaminasi pada susu. Wadah penyimpanan susu ASI tidak direkomendasikan karena tipis dan hanya bisa menyimpan sedikit persediaan ASI. Sebagai alternatif, kita bisa menggunakan wadah penyimpanan yang bisa digunakan di dalam botol. Hal ini lebih baik mengingat memungkinkan penggunaan secara langsung daripada menuangkan susu ke dalam botol. Penyimpanan susu ASI yang terbuat dari plastik keras juga merupakan alternatif yang baik bagi penyimpanan susu di lemari es ataupun di bagian pembeku. Wadah ini juga bisa digabungkan saat kita menggunakan plastik susu.


Kantong susu bisa ditempatkan dalam wadah penyimpanan susu ASI untuk menambah fungsi perlindungan. Wadah plastik sebagai kantong penyimpanan yang tersedia dalam beragam jenis ukuran. Ukuran yang kita pilih seharusnya pas dengan yang kita dan juga si kecil butuhkan dan juga membatasi sesuai dengan jumlah susu yang kita butuhkan. Pastikan untuk menyimpan susu sesuai dengan yang dibutuhkan bayi dan menempatkannya pada wadah-wadah tersendiri. Ide tentang penyimpanan tersendiri bagi setiap kebutuhan susu si kecil juga berlaku bagi pembekuan dan juga penyimpanan susu di dalam lemari es. Namun penyimpanan susu di dalam lemari es tidak disarankan karena akan meningkatkan resiko terjadinya kontaminasi. Wadah standar yang terbuat dari kaca adalah salah satu yang disarankan untuk wadah penyimpanan susu ASI yang sudah dipompa.


Wadah yang terbuat dari kaca bisa menyimpan kandungan susu dengan lebih baik. Wadah kaca juga bisa mencegah kontaminasi sehingga bisa menjaga kualitas susu bayi. Hal inilah yang kemudian membuat wadah ini direkomendasikan sebagai wadah penyimpanan susu ASI untuk ditempatkan pada lemari es. Apapun bentuk wadah penyimpanan yang kita pilih, kita harus memastikan bahwa kontainer telah bisa tertutup dengan rapat. Tertutup rapatnya wadah akan mencegah terjadinya kebocoran dan juga kontaminasi susu. Selain memilih wadah yang sesuai dengan kebutuhan, kita juga sebaiknya mencermati beberapa hal berikut untuk melakukan dan juga menghindari hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan dalam proses penyimpanan susu ASI.


Cara Penyimpanan Susu ASI yang Benar 1024x768


Memompa ASI bisa menjadi tugas yang sangat sulit. Rentang waktu cukup lama yang kita gunakan untuk memompa sebenarnya bisa kita gunakan untuk beristirahat, makan atau minum kopi saat si kecil sedang tertidur. Oleh karena panjangnya rentang waktu yang diperlukan saat memompa itulah maka kita harus memastikan bahwa kita tahu tentang penyimpanan susu ASI yang benar jadi kita tidak akan menyia-nyiakan susu yang berharga ini. Hal lain yang juga memegang peranan penting adalah dimana, kapan dan berapa lama waktu yang baik untuk penyimpanan susu.  Penyimpanan susu ASI bisa dilakukan dalam wadah yang steril, botol yang tertutup rapat dan juga tas kedap udara. Kita kemudian bisa menyimpannya dalam lemari pembeku atau lemari es dengan rentang waktu penyimpanan yang berbeda-beda.


Penyimpanan susu ASI bisa dilakukan dalam ruangan yang bersuhu 25 derajat celsius hingga 4 jam lamanya. Meski demikian, akan lebih baik jika kita selalu menyimpannya dalam lemari pembeku atau lemari es sesegera mungkin sebisa kita. Kita bisa menyimpan susu asi dalam lemari es hingga 5 hari lamanya pada musim panas dan sekitar seminggu saat cuaca dingin yang ekstrim. Yang perlu dicatat adalah bahwa penyimpanan susu ASI harus diletakkan pada lemari es dengan suhu yang dingin. Di dalam lemari pembeku, susu bisa bertahan selama 3 sampai 4 bulan. Saat kita menghilangkan bongkahan es maka kita harus segera menggunakannya selama 24 jam kemudian. Untuk mencairkannya, kita bisa menghangatkannya dalam air panas sekitar 60 derajat celsius ke atas. Gunakan air yang dipanaskan untuk mencairkan dan bukannya mikrowave.


Jika kita ingin menambahkan susu baru dalam penyimpanan susu ASI di lemari es maka ada baiknya jika kita membiarkannya dingin sebelum melakukan penambahan. Selalu ingat untuk menyimpan susu dalam jumlah yang kecil agar mencegah susu terbuang sia-sia. Jika bayi tidak menghabiskan seluruh susunya maka kita bisa menyimpannya hanya untuk diberikan sekitar sejam kemudian. Jika sudah lebih dari 1 jam maka akan lebih baik jika kita membuang susu ini karena kondisinya yang mungkin sudah terkontaminasi. Hal lain yang juga harus selalu diingat dalam proses penyimpanan susu ASI adalah jangan membekukannya kembali setelah dicairkan, jangan memanaskannya untuk kedua kali dan jangan memasaknya. Hindari ide untuk menyimpan susu dan memberikannya secara berulang melebihi jangka waktu yang disarankan karena justru akan membawa dampak buruk bagi kesehatan si kecil.


By Desi Purbi.


follow us at:
http://www.facebook.com/Adorababyshop
http://www.twitter.com/Adorababyshop



Cara Penyimpanan Susu ASI yang Benar

Sabtu, 02 Maret 2013

c

Artikel ini terwujud dari sebagian laba yang diperoleh AdoraBabyShop.Com. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para pelanggan setia AdoraBabyShop.Com, sehingga kami bisa memberikan kembali kepada para Bunda/Ayah diseluruh indonesia dalam bentuk ilmu tentang dunia kehamilan dan parenting yang bermanfaat.


Sebelumnya, susu formula adalah metode yang lebih disukai untuk memberi makan bayi. Akan tetapi, adanya gerakan untuk kembali ke pola pemberian makan yang lebih alami dan sehat membuat susu asi kembali ke urutan pertama. Fakta bahwa kebanyakan ibu-ibu yang bekerja memiliki keterbatasan waktu dengan bayi maka penyimpanan susu asi menjadi hal yang jamak ditemui. Para ibu yang harus bekerja tinggal memompa asi dan menyimpannya agar nanti bisa diberikan pada si kecil. Pompa susu asi dan juga wadah penyimpanan cukup mudah dibawa. Yang kita perlukan sedikit ruang pribadi dan beberapa saat agar bisa memompa asi. Sebagian besar kantor memiliki semacam lemari es yang bisa digunakan oleh karyawan. Para ibu bisa bisa meminta ijin untuk menjadikan lemari es ini sebagai tempat untuk penyimpanan susu asi.



Akan lebih mudah lagi jika ibu adalah karyawan yang memiliki ruangan sendiri. Dengan mudah ibu tinggal mengunci pintu dan memompa asi sesuai dengan kebutuhan. Jika kita tidak memiliki ruangan sendiri maka kita bisa menempati ruangan yang tidak ditempati di lingkungan kantor atau bahkan di dalam mobil. Tempat lain yang biasanya digunakan para ibu yang memilih metode penyimpanan susu asi adalah ruang istirahat atau kamar mandi. Setidaknya di dalam kamar mandi kita tidak akan terganggu saat sedang memompa asi. Kamar mandi adalah ruangan yang aman meskipun harus diakui bahwa tidak semua kamar mandi memiliki kondisi yang higienis. Setelah kita selesai memompa asi maka kita bisa melakukan penyimpanan susu asi di dalam lemari pendingin untuk membekukannya sampai saatnya kita pulang.


Kegunaan Penyimpanan Susu ASI bagi Ibu Bekerja

Kita tidak perlu khawatir akan mendapatkan banyak tentangan atau hambatan dalam melakukan metode penyimpanan susu asi ini. Pimpinan dan juga rekan kerja biasanya akan lebih menunjukkan empati bagi kebutuhan kita ini. Sebagian besar mengetahui bagaimana sulitnya mengawali proses bagi seorang ibu baru untuk berada jauh dari bayinya. Pastinya kita akan lebih banyak mendapatkan respon simpatik daripada kritik saat kita memilih ide penyimpanan susu asi ini di kantor. Faktanya gelar baru sebagai seorang ibu dan bekerja berarti tidak adanya istirahat bagi ibu. Ayah pastinya ingin membantu namun ada hal-hal yang memang tidak bisa dilakukan oleh ayah seperti menyusui. Solusi untuk masalah ini adalah penyimpanan susu asi.



Cara penyimpanan susu asi seperti  ini adalah satu cara bagi ayah untuk membina hubungan dengan bayi dan memberikan waktu bagi ibu untuk beristirahat. Hal ini sangat dibutuhkan ibu mengingat biasanya bayi perlu untuk menyusu pada jam 3 pagi. Jadi peran ibu tinggal memompa susu asi dan meletakkannya pada wadah penyimpanan susu, memberikan label berisi tanggal dan waktu, meletakkannya pada lemari es agar beku dan ayah bisa mengurus sisanya. Ada dua jenis dari wadah penyimpanan yang bisa disambungkan secara langsung dengan pompa asi. Yang pertama adalah sebuah kantong yang hanya sekali digunakan. Pada kantong ini kita bisa menuliskan tanggal dan kemudian membekukannya untuk digunakan nanti. Selain itu adalah penyimpanan susu asi dengan wadah yang steril yang bisa diisi dan digunakan untuk siang atau malam nanti. Ayah hanya perlu menghangatkannya.



Semakin banyak ayah yang memiliki kemampuan untuk membangun hubungan dengan si kecil. Salah satu hal yang memungkinkannya adalah metode penyimpanan susu asi ini. Dengan cara ini ayah bisa lebih ikut serta dan berperan. Pada akhirnya, ayah akan merasa lebih dekat dan terlibat secara emosional dengan si kecil dan juga ibu dengan segala kesibukannya. Secara otomatis, hal ini akan memberikan rasa keterlibatan yang lebih dalam terhadap setiap aspek dari kehidupan si kecil. Pada kenyataannya rasa ini adalah hal penting untuk memulai sebuah keluarga dan juga mempertahankan keharmonisan dalam keluarga. Dengan cara penyimpanan susu asi, ayah tidak lagi memiliki batasan dalam meningkatkan intensitas hubungannya dengan bayi. Cara ini adalah pilihan yang baik jika ibu memiliki kesibukan dan keterbatasan waktu dalam mengurus si kecil.



Metode penyimpanan susu asi memberikan berbagai macam manfaat bagi bayi dan juga orang tua. Di satu sisi, si kecil tidak akan kekurangan kebutuhan asupan bernutrisi. Di sisi lain ini adalah cara bagi ayah untuk menunjukkan keinginannya untuk lebih terlibat dalam masalah perawtan bayi. Secara otomatis hubungan antara ayah dan ibu juga akan membaik mengingat ayah telah bersedia menunjukkan itikad membantu ibu dengan cara memberikan waktu istirahat setelah lelah bekerja seharian. Cara penyimpanan susu asi membuat ibu bisa mendapatkan lebih banyak istirahat dan pastinya bisa menurunkan tingkat stress dan meningkatkan kondisi kesehatan ibu. Disadari atau tidak membangun ikatan dengan si kecil sejak dini adalah hal yang penting. Sebuah ikatan akan tumbuh semakin kuat seiring dengan waktu jika dimulai dengan pondasi yang bagus. Bagi ayah, metode penyimpanan susu asi ini sangatlah mudah. Berbagai panduan penyimpanan juga tersedia untuk memudahkan tugas ayah.


By Desi Purbi.


follow us at:
http://www.facebook.com/Adorababyshop
http://www.twitter.com/Adorababyshop



c

Jumat, 01 Maret 2013

Amankah Gelembung Mandi Bayi?

Artikel ini terwujud dari sebagian laba yang diperoleh AdoraBabyShop.Com. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para pelanggan setia AdoraBabyShop.Com, sehingga kami bisa memberikan kembali kepada para Bunda/Ayah diseluruh indonesia dalam bentuk ilmu tentang dunia kehamilan dan parenting yang bermanfaat.


Apakah bayi kita telah terpapar asma dan juga alergi racun seperti 1,4-dioxane dan formaldehyde? Jawabannya bisa ditemukan dalam sebuah studi yang bertajuk “Kampanye untuk Kosmetik Aman” yang diselenggarakan pada bulan Maret tahun 2009. Dua macam at berbahaya yang telah disebutkan di awal artikel ini adalah at yang banyak terkandung pada gelembung mandi bayi membawa dampak yang serius bagi kesehatan anak. Tentu saja jika ini yang terjadi pada si kecil maka harus segera diobati atau malah berakibat komplikasi jangka panjang akibat penggunaannya untuk bayi. Formaldehyde dan 1,4 dioxane oleh Departemen Perlindungan Lingkungan telah dikategorikan sebagai karsinogen hewan dan juga manusia. Produk gelembung mandi bayi yang mengandung at kimia ini pastinya bisa mempengaruhi orang yang memiliki penyakit asma dan alergi.


Gelembung mandi bayi seringkali menjadi pilihan mayoritas orang tua karena membuat acara mandi si kecil menyenangkan. Bayi atau anak juga pastinya sangat senang bermain-main dengan gelembung ini. Sayangnya formaldehyde yang seringkali dijadikan bahan pembuatan gelembung mandi bayi juga dikenal sebagai at yang banyak menyebabkan ruam kulit pada alergi anak. Pada kenyataannya, ada banyak anak yang terkena alergi parah karena sampo bayi yang juga bisa digunakan sebagai sabun. Berdasarkan studi yang digelar oleh “Kampanye untuk Kosmetik Aman” banyak produk yang mengandung 1,4 Dioxane. Produk-produk gelembung mandi bayi yang mengandung at kimia berbahaya antara lain :



-    Hello Kitty Bubble Bath

-    Johnson Baby Wash

-    Huggies Baby Wash

-    Scooby-Doo Bubble Bath


Tidak hanya 4 produk yang mengandung gelembung mandi bayi di atas yang harus kita waspadai. Belakangan diketahui juga bahwa Clairol Herbal Essence Shampoo dan Olay Complete Wash juga mengandung karsinogen.


Jika kita merasa khawatir terhadap kemungkinan anak menderita asma, alergi dan terluka akibat bahan kimia lainnya maka kita bisa membatasi kemungkinan paparan produk2 ini terhadap bayi sampai produk-produk gelembung mandi bayi ini diteliti lebih lanjut serta dites untuk penggunaannya dalam jangka waktu yang lama. Tidak hanya asma dan alergi, produk berbahaya ini juga bisa mengakibatkan si kecil menderita dermatitis. Sebagai pencegahan, ada baiknya jika kita  menggunakan produk organik, alami atau yang tersedia di toko makanan sehat. Hal ini pastinya bisa melindungi si kecil dari bahaya racun produk gelembung mandi bayi.


Bayangkan jika kita tidak teliti dalam memilih produk gelembung mandi bayi. Kemungkinan si kecil untuk terpapar formaldehyde dan 1,4 dioxane akan semakin tidak terkontrol. Apalagi jika kita menggunakan produk ini dalam kehidupan sehari-hari. Bayangkan akibat jangka panjang apa yang bisa diakibatkan oleh kedua at yang banyak terkandung dalam produk gelembung mandi bayi ini. Pada kenyataannya banyak sekali produk perawatan kulit yang beredar di pasaran mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. Mulai dari ujung kaki hingga kepala, kulit adalah organ terbesar dari tubuh yang paling sensitif. Namun kita tidak menyadari bahwa kulit kita juga sangat ‘haus’. Karena itu apapun yang menyentuh kulit akan diserap secara langsung oleh tubuh, begitu juga dengan at kimia yang larut saat kita menggunakan gelembung mandi bayi.


Amankah Gelembung Mandi Bayi Amankah Gelembung Mandi Bayi?

Kulit bayi sangatlah sensitif dan lembut. Salah satu bahan kimia yang harus dihindari dalam produk perawatan kulit adalah DEA atau diethanolamine. Sayangnya DEA telah digunakan dalam ratusan produk perawatan termasuk gelembung mandi, sabun, kosmetik, losion, sampo, kondisioner, sabun cuci piring dan juga sabun cuci baju. Penggunaan DEA dalam produk gelembung mandi bayi seharusnya dihindari karena bisa menyebabkan kerusakan organ seperti ginjal, hati dan lainnya. Studi yang telah dilakukan menyebutkan bahwa DEA memiliki dampak kumulatif yang sangat kronis. at ini tidak mudah dibuang dari dalam tubuh dan terserap dalam jaringan lemak pada hati, otak, ginjal dan limpa. Hasil penelitian penggunaan bahan yang banyak digunakan dalam produk gelembung mandi bayi ini akan menyebabkan kurang darah, degenerasi ginjal, kerusakan syaraf otak dan syaraf tulang belakang bahkan kematian.


Pada kenyataannya DEA yang banyak digunakan sebagai bahan pembuatan dalam produk gelembung mandi bayi adalah salah satu penyebab kanker. Untuk menghindari hal ini, sebagai orang tua ada beberapa hal yang bisa kita lakukan yaitu :



-    Mulai meneliti dan juga membelajari diri tentang bahan-bahan yang ada pada produk yang kita gunakan.


-    Pintar-pintar memilih produk yang akan digunakan oleh bayi, anak atau bahkan kita sendiri dengan memilih yang bebas dari bahan kimia.


-    Memilih untuk membeli produk yang mengandung gelembung mandi bayi dari perusahaan atau merek tertentu yang memang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.


Pada akhirnya kita tidak bisa hanya mengandalkan departemen kesehatan atau badan pemerintah tertentu lainnya untuk mengadakan riset dan penelitian bertahun-tahun mengenai produk gelembung mandi bayi yang kita gunakan. Kita harus aktif, sadar dan cerdas serta berpengetahuan luas. Gunakan setiap waktu luang yang ada untuk menambah pengetahuan kita akan at- at kimia yang ada dalam daftar bahan pembuatan produk perawatan kulit atau produk gelembung bayi yang kita gunakan sehari-hari.


By Desi Purbi.


follow us at:
http://www.facebook.com/Adorababyshop
http://www.twitter.com/Adorababyshop


Kamis, 28 Februari 2013

8 Strategi Jitu Memilih Kursi Latihan Buang Air

 


Artikel ini terwujud dari sebagian laba yang diperoleh AdoraBabyShop.Com. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para pelanggan setia AdoraBabyShop.Com, sehingga kami bisa memberikan kembali kepada para Bunda/Ayah diseluruh indonesia dalam bentuk ilmu tentang dunia kehamilan dan parenting yang bermanfaat.


Pelatihan buang air adalah salah satu tugas sulit bagi ibu. Ibu juga harus bisa menemukan cara terbaik bagi si kecil agar tidak ada lagi masalah nantinya. Menentukan kursi latihan buang air yang tepat akan bisa memberikan kontribusi yang besar untuk membiasakan si kecil beralih dari penggunaan popok bayi ke kursi buang air miliknya. Berikut ini adalah 8 macam aspek yang bisa membantu kita agar bisa memilih peralatan yang tepat :



1.    Hindari penggunaan toilet dewasa


Dudukan toilet dewasa bukanlah jenis peralatan kursi latihan buang air yang tepat untuk dipakai. Toilet dewasa dipastikan bukanlah kursi yang tepat untuk digunakan oleh balita karena membuat si kecil menjadi tidak nyaman dan aman bagi si kecil. Si kecil bahkan bisa saja terjatuh karena penggunaannya yang tidak mudah. Bahkan ada anak yang takut menggunakan toilet besar saat berlatih menggunakan kursi latihan buang air dan suara-suara semprotan air untuk pembilasan.


2.    Utamakan segi keamanan penggunaan


Saat kita memilih kursi latihan buang air untuk si kecil maka sebaiknya kita pastikan kekuatan atau daya tahannya. Hal ini disebabkan kursi yang tidak kuat atau stabil akan bisa menyebabkan si kecil terjatuh atau bahkan terluka. Kursi yang tidak terlalu banyak memiliki lapisan atau celah juga lebih baik untuk dipilih.


3.    Pilihlah kursi latihan buang air yang menggunakan warna-warna dan juga pola-pola yang menarik


Boleh jadi kita selalu mengedepankan segi keamanan dan kenyamanan sebagai hal yang utama namun bukan berarti kemudian kita harus mengabaikan pandangan anak. Anak-anak atau bayi menyukai barang yang berwarna-warni dan menarik. Oleh karena itu akan lebih baik jika kita memilihkan kursi latihan buang air yang menarik dan lucu. Pada kenyataannya ada beragam pilihan produk. Kita hanya tinggal memilih salah satu yang memiliki warna, tema atau tempelan kesukaannya. Dengan sendirinya si kecil akan merasa antusias dan mau untuk belajar dengan lebih baik.


4.    Pilihlah kursi latihan buang air yang mudah untuk dibawa


Dalam proses latihan buang air, kita akan perlu untuk memindahkan kursi ini. Oleh karena itu, ada baiknya jika kita memastikan apakah kita bisa melakukan hal ini dengan mudah atau bahkan bisa memindahkannya hanya dengan satu tangan. Selain itu apakah kita masih bisa memindahkan kursi latihan buang air ini dengan mudah walau ada air yang terisi di dalamnya. Hal-hal diatas perlu untuk kita pastikan karena kita akan sering memindahkannya dalam kegiatan sehari-hari. Jadi pastikan bahwa kita akan mudah membawa atau memindahkannya.


8 Strategi Jitu Memilih Kursi Latihan Buang Air1


5.    Pilihlah jenis toilet bayi yang memudahkan kita saat harus membuang kotoran yang ada di dalamnya.


Pastikan bahwa kita akan mudah untuk membuang kotoran yang ada di dalam kursi toilet bayi ke toilet tanpa mengotori dudukannya. Atau apakah kita harus mengangkat tutupnya terlebih dahulu. Bayangkan jika kita harus membuang kotoran yang ada di dalam kursi latihan buang air hanya dengan satu tangan karena tangan kita yang satunya harus menggendong si kecil. Disinilah pentingnya bagi kita untuk memilih yang memudahkan kita untuk membuang kotoran.


6.    Pilihlah kursi latihan buang air yang mudah untuk dibilas


Saat kita sudah mengosongkan kotoran yang ada di dalam toilet bayi ke dalam toilet maka langkah yang harus kita lakukan selanjutnya adalah melakukan pembilasan. Di sinilah kita perlu untuk menentukan apakah toilet khusus bayi ini bisa dengan mudah ditempatkan di bawah bak cuci sehingga kita bisa membilasnya.


7.    Pertimbangkan mengenai aspek temperatur


Akan lebih baik jika kita bisa memilih kursi latihan buang air yang bisa dihangatkan. Hal ini penting agar plastik dingin tidak mengejutkan bayi saat harus mulai belajar menggunakan toiletnya sendiri. Simpanlah kursi latihan buang air bayi di tempat yang terkena sinar matahari atau tempatkan botol yang berisi air hangat di dalamnya. Salah satu tip yang bisa dicoba untuk membuat bayi nyaman adalah dengan menuangkan air hangat di bagian atas lalu bagian bawah agar bayi nyaman dan merasa relax untuk menggunakannya.


8.    Pilihlah beberapa kursi latihan buang air dengan beragam ukuran.


Hal ini memungkinkan agar si kecil masih bisa menggunakannya saat mereka beranjak dewasa. Tentunya ini akan jauh lebih efektif untuk dilakukan dibandingkan dengan melakukan jeda atau menghentikan sementara proses latihan ke toilet. Kita bisa menempatkannya satu di dalam mobil dengan kotak penyimpanan yang terkunci untuk menyimpan kotoran jika memang diperlukan.


By Desi Purbi.


follow us at:
http://www.facebook.com/Adorababyshop
http://www.twitter.com/Adorababyshop




 



8 Strategi Jitu Memilih Kursi Latihan Buang Air

Rabu, 27 Februari 2013

Langkah-langkah Pelatihan Buang Air Bayi yang Benar bagian ke - 2

Artikel ini terwujud dari sebagian laba yang diperoleh AdoraBabyShop.Com. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para pelanggan setia AdoraBabyShop.Com, sehingga kami bisa memberikan kembali kepada para Bunda/Ayah diseluruh indonesia dalam bentuk ilmu tentang dunia kehamilan dan parenting yang bermanfaat.


Kita juga harus mengerti bahwa kadangkala anak juga tidak bisa langsung merespon dengan baik. Jika kita kebetulan harus menghadapi kesulitan maka jangan sampai mudah menyerah dalam mencoba berbagai langkah-langkah pelatihan buang air bayi. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan membiarkan si kecil mengamati kita di toilet. Biarkan dia melihat bahwa kita merasa nyaman. Ini adalah salah satu yang terbaik diantara langkah-langkah pelatihan buang air bayi yang ada. Biasanya anak akan menjadi penasaran dan ingin meniru.Tehnik lain yang bisa kita terapkan adalah dengan membuang kotoran yang ada pada popoknya ke toilet sehingga dia akan dengan mudah menyadari pentingnya penggunaan toilet.



Jika semua cara dan metode yang kita kerahkan tetap gagal maka kita harus tetap bersabar dalam melakukan langkah-langkah pelatihan buang air bayi. Gunakan waktu yang ada untuk menjelaskan dalam cara yang bisa dimengerti oleh si kecil. Jangan hanya memarahi si kecil tanpa membuatnya mengerti apa yang menjadi alasan pentingnya bagi dia untuk menggunakan toilet. Tentu saja kita harus menghubungkan pentingnya penggunaan toilet dengan hal-hal yang positif. Jangan pernah meneriaki atau menekan bayi karena jelas ini bukan termasuk langkah-langkah pelatihan buang air bayi yang benar. Jika kita mengajarinya dengan cara yang penuh tekanan dan nada negatif maka kita secara tidak sadar telah menjauhkan keberhasilan dari tangan kita sendiri.


Hari ke 3 dan juga ke 4


Saat ini, si kecil seharusnya sudah bisa mengerti tentang ide penggunaan produk toilet bayi. Diantara langkah-langkah pelatihan buang air bayi yang ada, kita bisa mempercepat proses pengajaran dengan membiarkan si kecil menggunakan celana latihannya. Penggunaan celana ini tentunya akan memudahkan proses perpindahan si kecil dari kebiasaan menggunakan popok ke toilet kecilnya. Selain itu kita juga bisa menggunakan berbagai sarana penunjang lainnya seperti buku, boneka atau DVD yang akan memberanikan si kecil untuk bisa pergi ke toilet sendiri. Salah satu langkah penting diantara langkah-langkah pelatihan buang air bayi adalah tidak lupa untuk memberikan pujian setiap kali si kecil menunjukkan kemajuan yang positif. Disamping itu, sarana ini akan bisa memberikan hiburan selain memberikan pendidikan bagi si kecil.


Langkah langkah Pelatihan Buang Air Bayi yang Benar bagian ke 2

Berikut ini adalah beberapa tips untuk dipertimbangkan sebelum mengambil langkah-langkah pelatihan buang air bayi:


1.    Kita harus selalu menyiapkan diri saat terjadi ‘kecelakaan’.


Kecelakaan disini dimaksudkan jika suatu saat si kecil kelepasan buang air. Jika hal ini terjadi maka seharusnya kita tidak memberikan teguran pada si kecil karena akan membuatnya terluka. Secara otomatis ini akan membuatnya menutup diri dari mempelajari langkah-langkah peatihan buang air bayi. Cara terbaik adalah mencoba untuk mengajarinya dengan penuh kesabaran tentang apa yang seharusnya dia lakukan. Memberikan motivasi akan lebih baik daripada menghakiminya karena sekedar kelepasan buang air.


2.    Kunci dari keberhasilan dalam penerapan langkah-langkah pelatihan buang air bayi ini adalah rutinitas.


Satu-satunya cara agar kita berhasil dalam menerapkan langkah-langkah pelatihan buang air bayi adalah tetap melakukan pengajaran selama dibutuhkan. Jangan menghentikan proses ini di tengah jalan karena akan membuat si kecil kebingungan.


Diatas segalanya yang harus selalu kita ingat adalah selalu konsisten dan sangat sabar. Jika kita menerapkannya dalam setiap langkah-langkah pelatihan buang air bayi maka kita pasti akan mendapatkan keberhasilan. Keberhasilan yang ada ialah seorang anak yang belajar dengan cepat untuk pergi ke toilet sendiri tanpa melakukan banyak kesalahan. Pada kenyataannya, sebagian besar orang tua melakukan pengajaran buang air di toilet dengan semena-mena tanpa mempertimbangkan berbagai aspek penting yang ada. Aspek-aspek itu antara lain melakukan persiapan yang baik dan mencari berbagai pro dan kontra dengan seluruh langkah-langkah pelatihan buang air yang ada. Setiap kesalahan yang kita buat akan berdampak buruk bagi hubungan kita dan si kecil.


By Desi Purbi.


follow us at:
http://www.facebook.com/Adorababyshop
http://www.twitter.com/Adorababyshop




Langkah-langkah Pelatihan Buang Air Bayi yang Benar bagian ke - 2

Langkah-langkah Pelatihan Buang Air Bayi yang Benar bagian ke - 1

Artikel ini terwujud dari sebagian laba yang diperoleh AdoraBabyShop.Com. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para pelanggan setia AdoraBabyShop.Com, sehingga kami bisa memberikan kembali kepada para Bunda/Ayah diseluruh indonesia dalam bentuk ilmu tentang dunia kehamilan dan parenting yang bermanfaat.


Ibu yang baru memiliki bayi seringkali kesulitan untuk memilih waktu yang tepat untuk memulai latihan buang air bagi si kecil. Melakukan langkah-langkah pelatihan buang air bayi sejak dini akan jauh lebih menguntungkan mengingat harga popok bisa sangat mahal terutama jika keadaan keuangan sedang sulit. Oleh karena itu akan sangat penting jika kita mengetahui saat terbaik untuk memulai pelatihan buang air. Untuk itu, kita harus pintar-pintar untuk mengetahui tanda-tanda yang mengindikasikan bahwa si kecil sudah siap untuk memulai langkah-langkah pelatihan buang air bayi. Tanda-tanda yang ada tentunya berbeda antara 1 bayi dengan bayi yang lainnya. Tanda yang paling umum adalah bayi akan mengangkat dan menurunkan bajunya sembari memperlihatkan keinginannya untuk buang air.



Usia yang Tepat untuk Mulai Melatih Bayi Buang Air


Saat bayi berusia sekitar 8 bulan, kita bisa mulai untuk memperkenalkan toilet khusus bayi dengan menempatkan toilet ini di kamar mandi. Cara lain untuk memperkenalkan atau membuat si kecil tertarik yaitu dengan membuat anak melihat anak lain yang lebih dewasa menggunakannya. Di usia 2 tahun maka kita harus mulai langkah-langkah pelatihan buang air bayi yang tepat. Saat si kecil selesai buang air, kita harus memastikan untuk melap atau membersihkan area pantatnya. Jangan sampai si kecil sendiri yang harus membersihkan daerah pantatnya. Selain itu, kita juga tidak boleh lupa untuk memuji dan memberikan hadiah atas apa yang sudah dia lakukan. Ada baiknya juga jika kita memilihkan baju yang longgar sebagai pendukung dari langkah-langkah pelatihan buang air bayi.



Sangatlah disarankan agar kita memilih metode dan langkah-langkah pelatihan buang air bayi yang paling cocok bagi kita dan juga gaya hidup keluarga kita. Kesuksesan berbagai macam metode yang ada sangatlah bergantung pada usia anak dan kesiapannya untuk mempelajari keahlian baru. Metode atau langkah-langkah pelatihan buang air bayi yang lain adalah memilih salah satu yang akan mengkombinasikan kedua pertimbangan ini yaitu :


Langkah langkah Pelatihan Buang Air Bayi yang Benar bagian ke 1

-    Seberapa siap anak untuk melakukan langkah-langkah pelatihan buang air bayi.


-    Sebanyak apa waktu yang dibutuhkan bagi si kecil untuk bisa menguasai keahlian ini.


Secara umum, pastinya kita akan menginginkan langkah-langkah pelatihan buang air bayi yang tidak memakan banyak biaya dan juga proses yang menyenangkan. Dengan demikian, kita akan bisa melalui prosesnya dan juga meningkatkan hubungan antara kita dan si kecil. Secara otomatis kita akan merasa gembira dan nyaman.


Apa yang harus kita lakukan sebelum memulai langkah-langkah pelatihan buang air bayi?


Pertama-tama kita harus membiasakan diri kita dengan ritme buang air si kecil. Begitu kita mulai bisa menentukan ritme buang airnya maka kita bisa mulai mengajarinya duduk di toilet bayi. Lakukan hal ini tanpa melepas popoknya dan biarkan si kecil merasa terbiasa dahulu. Untuk itu kita perlu melakukan hal ini sebagai pendahuluan dalam langkah-langkah pelatihan buang air bayi. Dengan demikian maka si kecil akan bisa mempelajari petunjuk untuk kemudian bisa pergi ke toilet sendiri. Yang perlu diingat adalah tidak memaksa si kecil saat dia merasa tidak nyaman.


Hal yang harus dilakukan pada hari pertama dan kedua dalam urutan langkah-langkah pelatihan buang air bayi


Tahapan ini adalah saat yang paling kritis dalam keseluruhan langkah-langkah pelatihan buang air bayi. Kita harus pelan-pelan membiarkan si kecil duduk di atas toilet sampai dia bisa menenangkan dirinya sendiri. Namun yang pertama kali harus kita jelaskan padanya adalah betapa pentingnya untuk pergi ke toilet kecilnya saat ingin buang air. Langkah-langkah pelatihan buang air bayi berikutnya adalah mengajarkan pada anak kenapa dia harus pergi ke toilet. Sistem pengajaran yang paling baik adalah dengan memberikan keteladanan. Jelaskan agar dia mengerti bahwa dia harus melakukannya jika ingin tumbuh dewasa sebagaiman ayah dan ibu juga melakukannya.


By Desi Purbi.


follow us at:
http://www.facebook.com/Adorababyshop
http://www.twitter.com/Adorababyshop



Langkah-langkah Pelatihan Buang Air Bayi yang Benar bagian ke - 1